Uncategorized

Review : Xperia Z, Smartphone Premium Dengan Daya Tahan Tinggi

Gambar

Sony tak ingin sekedar bermain di ponsel pintar kelas menengah. Vendor smartphone asal Jepang itu meluncurkan flagship-nya yang dibekali berbagai kekuatan khusus untuk menyasar pasar ponsel kelas premium yang rela membayar dengan harga tinggi.

Performa

Perangkat yang dibuat untuk kalangan kelas atas ini dibenami dengan spesifikasi yang cukup mumpuni. Proseor quad-core sekuat 1,5 Ghz buatan Qualcomm dipadukan dengan RAM 2GB dan GPU Adreno 320 mengisi dapur pacu smrtphone ini.

Ketika dites benchmark menggunakan AnTuTu Benchmark versi terbaru handset ini mencetak skor 18489. Kami juga mencobanya dengan aplikasi Quadrant. Hasilnya, perangkat ini mendapat poin 7955.

Nilai tersebut terbilang cukup layak untuk perangkat ponsel pintar yang dibenami dengan spesifikasi tinggi. Hanya saja ponsel ini akan terasa panas ketika digunakan mengakses internet dalam waktu yang lama.

Uji Fitur Ketahanan Air

Sony Xperia Z dibuat dengan desain unibody dengan material yang diklaim terbaik. Komposisi material dari bahan kaca dan karet yang diletakkan pada posisi yang pas membuat handset ini memiliki ketahanan terhadap air dan debu. Wajar saja jika handset ini mengantongi sertifikati IP55 dan IP57.

Tak percaya dengan klaim yang disebutkan produsennya, Liputan6.com melakukan uji pada fitur unggulan smartphone high-end ini. Seperti petunjuk yang diberikan oleh Sony, handset ini tahan air dalam air berkedalaman satu meter selama 30 menit bila semua port tertutup rapat.

Kami mencobanya dalam beberapa kondisi yakni merekam video dalam kolam renang, menonton dan mengambil gambar pakai kameranya dalam wadah air. Hasilnya tak mengecewakan, handset ini bisa merekam video dan mengambil gambar dengan hasil gambar yang jernih.

Hanya saja ketika dipakai menonton video suara yang dihasilkannya tak maksimal. Selain itu, speakernya menjadi seperti teredam untuk waktu yang cukup lama hingga kembali normal.

Ketika di dalam air, layar perangkat sama sekali tak merespon sentuhan. Jadi, absennya tombol fisik kamera membuat kita harus memakai fitur timershot bila mau memotret dalam air. Saat dicemplungkan ponsel seperti mendapat perintah navigasi ataupun mendapat sentuhan, pelakunya adalah tekanan air.

Layar

Layar 1080p Full HD pada Xperia Z jadi salah satu kelebihan yang terdapat di ponsel ini. Resolusi tinggi menjadikan ponsel ini memiliki tampilan layar yang sangat tajam. Wajar, layarnya memiliki ketajamannya mencapai 443 ppi (piksel per inci).

Namun layar yang memakai teknologi LCD TFT ini juga punya kekurangan. Tingkat kontras dan sudut pandang yang kurang baik merupakan efek dari penggunaan layar LCD.

Resolusi, warna putih dan kecerahan bagus di layar ponsel ini tersaji dengan baik. Sayangnya, ketika berhubungan dengan tingkat kontras, tingkat warna hitam dan viewing angle layarnya seperti memiliki lapisan kabut.

Kelebihan lainnya di layar Xperia Z, warna putih yang ditampilkan di display-nya cukup bagus dan alami. Selain itu tingkat pencahayaan yang sangat terang membuat warna lebih tajam.

Sony mengkaim bahwa teknologi display terbarunya, Bravia Engine 2 sudah hadir di perangkat mobile terbarunya ini bahkan sebelum layar televisi Sony memakainya. Sayangnya, layaknya smartphone besutan Sony lainnya, fitur Bravia Engine 2 hanya muncul di menu Galeri.

Daya Tahan Baterai

Sony membekali Xperia Z dengan fitur Stamina Mode agar bisa menghemat pemakaian batere. Fitur ini dapat mengenali ketika tampilan layar mati dan mematikan fungsi tidak dibutuhkan. Sementara itu, mempertahankan notifikasi yang diinginkan. Ketika Anda menyentuh layar dan mengaktifkan ponsel Anda, semuanya akan hidup dan berjalan kembali.

Fitur ini memungkinkan WiFi dan trafik data secara otomatis mati. Namun, penggunanya masih bisa menerima telepon masuk, pesan maupun alarm.

Menariknya, Sony juga memberikan kemudahan untuk menyesuaikan aplikasi yang ingin tetap aktif saat ponsel dalam keadaan stand by karena fitur Stamina Mode.

Kami mencoba semua fitur di smartphone ini. Baterai bisa bertahan sekitar 6 jam. Namun, ketika ponsel dibiarkan dalam posisi layar terkunci dengan koneksi WiFi menyala baterai ponsel hanya berkurang 2 persen dalam waktu 3 jam.

User Interface (UI)

Antarmuka pengguna atau biasa dikenal sebagai UI di Xperia Z masih tetap mengusung cita rasa khas seperti yang dipakai pada keluarga Xperia sebelumnya. Sony memang telah menyematkan banyak perbedaan di flaghsipnya ini daripada seri Xperia pendahulunya.

Walaupun demikian, kustomisasi dan fitur-fitur di UI Xperia Z terbilang masih kalah dengan yang lain. Secara pabrikan sistem operasi yang dipasang di Xperia Z telah berada di versi Android 4.1 Jelly Bean.

Fitur Google Now sudah terpasang secara default dan juga sudah menggunakan Project Butter, yang membuat tampilan dan animasi pada antarmuka ponsel terasa lebih lembut. Hal itu bekerja dengan baik mengingat animasi yang digunakan pada Xperia Z terbilang banyak dengan kategori lumayan berat.

Untuk lockscreen, Anda bisa menggunakan wallpaper tersendiri, yang berbeda dari wallpaper pada Homescreen. Di lockscreen ada akses pintas musik dan kamera. Anda tidak bisa langsung scroll bar notifikasi dari halaman lockscreen ini.

Sony menyediakan beberapa tema bawaan pada Xperia Z yakni Xperia, Amethyst, Rubi, Sapphire dan lainnya. Sayangnya, perubahannya tak banyak, bisa dibilang perubahannya hanya berada di gambar latar belakang.

Bila ingin mengatur Home dengan cepat tinggal cubit layar ke arah dalam seperti ketika melakukan zoom out saat melihat foto. Di pengaturan cepat itu terdapat widget, shortcut apps, wallpaper dan Themes yang bisa diubah secara langsung. Layaknya perangkat Jelly Bean yang lain, ukuran widget bisa disesuaikan dengan keinginan penggunanya.

Notification Bar di Xperia anyar ini tersedia quick toggle suara, bluetooth, Wifi, paket data dan juga akses ke Setting. Drawer aplikasi dapat disusun dengan beberapa model yaitu secara alfabetis, terbanyak digunakan dan terbaru diinstal. Bahkan, penggunanya bisa mengaturnya sesuai dengan keinginan. Aplikasi yang tertampung di sini ada 4×5 ikon aplikasi.

Absennya tombol fisik digantikan dengan tombol virtual dengan fungsi back, home dan recent apps. Tampilan di menu recent apps tampak agak berbeda dengan beberapa small apps yang disisipkan di menu ini, kalkulator, Timer, Notes dan Recorder suara. Penggunanya pun bisa menambahkan small apps tersebut dari PlayStore.

Kamera

Fitur kamera di ponsel jawara Sony ini paling diunggulkan. Sony membekalkan sensor Exmor RS dengan aperture f/2.4 di produk flagshipnya ini. Tak hanya itu, fitur Superior Auto milik Sony juga tak ketinggalan dipasang due Xperia Z.

Fitur ini secara otomatis akan mengaktifkan HDR dan reduksi cahaya saat diperlukan. Hebatnya, sensor ponsel ini juga akan memilihkan scene yang cocok untuk hasil kamera terbaik.

Mode lain yang menjadi senjata kamera Xperia Z yakni Burst, HDR, picture effect, sweep panorama dan scene. Fitur burst shoot punya kehebatan sendiri, mode ini memungkinkan penggunanya mengambil gambar sebanyak yang bisa disimpan memori hingga habis. Resolusi gambar yang bisa ditangkap Burst mode ada 3 pilihan yaitu 1280×720 piksel, 1920×1080 piksel dan 3920×2204 piksel.

Pengaturan lain yang dimiliki kamera Xperia Z antara lain : pengaturan resolusi, self timer, quick launch, touch capture, data storage, flash, Smile Shutter, Geotagging dan shutter sound.

Mengenai antar muka kamera smartphone kelas atas ini cukup mudah dipahami. Terlebih kemampuan mode Superior Auto yang membuat penggunanya tanpa perlu repot melakukan pengaturan.

Jepretan Superior Auto mode menghasilkan gambar yang sangat cerah, dengan warna-warni yang luar biasa walaupun tingkat saturasinya agak berlebihan. Tetapi, pemilik Xperia Z take perlu heran bila pada mode Superior Auto resolusi kamera yang 13MP jadi hanya 12MP.

Fitur perekaman video sudah bukan barang baru di smartphone yang beredar di pasaran saat ini. Namun, mode video record yang dimiliki Xperia Z bisa dibilang lebih kuat.

Integrasi dengan kamera jadi kelebihan yang disematkan Sony di mode video record. Antarmuka kamera tersedia dua tombol shutter yakni untuk foto dan video. Ketika merekam video penggunanya juga dapat menjepret foto di saat yang bersamaan.

Tim kami mencicipi fitur video recording di dalam air. Menggunakan aplikasi untuk membuat video harlem shake kami membuat video yang sedang populer itu sambil berenang di dalam air. Hasilnya tak mengecewakan, gambarnya jernih dan terlihat seperti bukan di dalam air.

Multimedia

Pemutar Musik

Memutar lagu di Xperia Z bisa dilakukan dengan aplikasi Walkman, brand yang melegenda milik Sony. File lagu yang muncul di fitur Walkman dibagi dalam beberapa kategori seperti track, album, artist, playlist, SensMe channel, My Favourite dan Friend’s Music untuk melihat musik yang di-share teman penggunanya di akun Facebook.

Visualizer jadi fitur tambahan yang dilengkapi berbagai tema yang menarik ditanami Sony sebagai pendamping album art. Kualitas suara berkualitas tinggi sebagai ciri khas Sony tak absen di smartphone premium ini. Kualitas bassnya muncul dengan bersih, jernih serta powerful. Meskipun begitu treblenya tidak terpendam oleh bass yang berkualitas ajib tersebut.

Suara kencang keluar dari moncong speaker Xperia Z saat dalam modus loudspeaker. Meskipun begitu, kemampuan loudspeaker ini bukan hal yang istimewa. Ukuran speaker di handset ini terlalu kecil yang diposisikan di bagian sudut bawah kanan ponsel.

Posisinya itu membuat speaker mudah tertutup yang membuat suaranya tertahan dan nyaris tak terdengar.

Supaya bisa memberikan kualitas suara yang berkualitas Sony menyediakan serangkaian pengaturan suara untuk handsetnya ini. Menu mode suaranya antara lain Surround sound, clear stereo, clear phase yang berfungsi mengatur kualitas suara dari speaker internal secara otomatis, xLOUD untuk memberikan suara jernih saat loudspeaker, dan Dynamic Normalizer untuk meminimalisir perbedaan suara antara lagu atau video.

Radio FM

Smartphone dengan sistem operasi Android biasanya sudah dibekali fitur Radio FM secara bawaan. Begitu pula dengan seri teranyar keluarga Xperia dari Sony ini. Tapi, seperti smartphone Android lainnya, earphone harus terpasang untuk bisa menikmati fitur ini.

Pemutar Video

Format video yang bisa dibaca oleh perangkat ini cukup lengkap, misalnya .mp4, .mkv, .mov, .m2ts dan .avi. Namun, format video .wmv tak bisa diputar di Xperia Z. Subtitle juga tidak bisa muncul saat video diputar. Meskipun demikian, file yang bisa dibaca video player bisa dinikmati dengan lancar hingga resolusi 1080p.

Video player ini mengingat waktu terakhir sebuah video terakhir dimainkan. Ada pengaturan suara sebagaimana yang tersedia di menu suara pemutar musik.

 My Comments :

Label premium dipasangkan Sony pada Xperia Z. Tentu saja Sony membenamkan berbagai fitur teranyar seperti layar 1080p dengan teknologi Bravia Engine 2, prosesor quadcore Snapdragon S4 Pro berkekuatan 1,5 Ghz, RAM 2GB, dan fitur unik berbeda dari smartphone kelas atas lain yang ada di pasaran, tahan air dan debu.

Ketahanan tinggi yang jadi fitur unggulan handset ini ternyata tak membuat Sony melupakan desain modis untuk handset ini. Selain menarik dari sisi desain finishing dan komposisinya yang pas layak mendapat apresiasi tinggi. Sepertinya, Sony tak ingin melepaskan ciri khas kualitas tinggi dalam proses pembuatan produk premiumnya seperti yang masih terlihat di handset Xperia Z.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s