Teknologi

Mobile Ad, Alternatif Beriklan di Dunia Maya

Telepon selular sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Ponsel bukanlah barang mewah lagi.

 

Lebih dari 170 orang memiliki ponsel dan separuhnya telah menggunakan ponsel dengan teknologi terkini. Teknologi tersebut memungkinkan penggunanya mengakses internet dengan memanfaatkan jaringan gprs, edge bahkan 3G yang menjadi fitur ponsel tersebut.

Daya tarik situs jejaring sosial dan blog yang berhasil memikat masyarakat Indonesia menjadi salah satu pendongkrak tingginya angka akses internet. Situs jejaring  sosial tak hanya diakses di kalangan eksekutif maupun anak muda. Ibu rumah tangga dan orang kalangan ekonomi menengah pun tak luput dari jerat pikat situs jejaring sosial. Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan pengguna facebook dan friendster terbesar kedua di dunia dan urutan ketiga pengguna twitter terbanyak di dunia.

Tingginya angka akses internet dengan fitur mobile internet membuat peluang mobile advertising terbuka lebar. Sayangnya, peluang ini masih belum disadari oleh kebanyakan orang. Di dunia masih sedikit orang yang mengoptimalkan peluang mobile advertising. Google sejak beberapa tahun lalu sudah menjalankan mobile advertising sendirian. Baru kemudian Apple Inc menyusul diikuti dengan perusahaan lainnya.

Di Indonesia pun belum banyak yang memanfaatkan peluang mobile advertising. Padahal pasar internet Indonesia merupakan pasar yang ‘gemuk’ untuk mobile ad. Jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta jiwa, diperkirakan lebih dari 85 juta jiwa diantaranya merupakan pengakses internet mobile aktif. Jumlah tersebut seharusnya sudah menjadi pasar potensial bagi mobile advertising.

 

Population Internet Users Mobile Phone

Users

Mobile

Internet Users

Indonesia

238

31 (13%)

210 (88%)

25 (11%)

Vietnam

88

25 (28%)

170 (193%)

16 (18%)

Thailand

66

7 (11%)

70 (106%)

10 (15%)

Malaysia

28

15 (54%)

34 (121%)

12 (42%)

*Juta jiwa (sumber: buzzcity Mobile Ad)

Mobile ad merupakan konsep pengiklanan dengan memanfaatkan bentuk mobile pada alamat website . bentuk mobile site yang sederhana dimanfaatkan dengan memasang banner berukuran kecil yang dihubungkan pada halaman promosi sebuah produk.

Simpel dan menarik merupakan konsep dasar dari mobile advertising. Hal tersebut sangat diperlukan untuk membuat target iklan tertarik dan tidak segera meninggalkan iklan yang dimuat. Sekecil apapun ruang kosong yang terdapat pada halaman mobile site begitu berharga bagi pelaku mobile ad untuk dijadikan ruang iklan.

Konsep mobile ad pun bisa dikembangkan menjadi berupa aplikasi yang memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan pengiklan. Air Asia, XL Axiata, Djarum dan Bank Central Asia merupakan sebagian perusahaan yang telah memanfaatkan mobile ad sebagai salah satu cara dalam berpromosi.

Mobile ad merupakan langkah efektif dalam berpromosi di dunia maya. Peningkatan angka pengakses dunia maya  semakin bertambah di setiap harinya. Perkembangan teknologi perangkat pendukungnya pun tak pernah berhenti. Laptop, ponsel pintar dan tablet pc merupakan perangkat penunjang pengguna internet mobile. Namun, minimnya angka pengguna mobile ad di Indonesia berdampak pada angka yang dihasilkannya masih sangat minim.

Diperkirakan mobile ad di Indonesia baru akan menjadi tren. Dalam waktu dekat kemungkinan media alternatif  beriklan ini merambah para pengiklan dari dalam negeri.

 

Tabel Global Buzzcity Mobile Advertising

Ad Banners Served Q4 2010 : BuzzCity Mobile Internet Ad Network

Rank Rank Rank Rank     Q4 Annual
Q1 Q2 Q3 Q4 Country  Q4 10 Growth Growth

2

2

2

1

India 4,024,179,385

9%

217%

1

1

1

2

Indonesia 2,992,151,427

-19%

15%

3

3

3

3

United States 1,137,621,426

16%

97%

4

4

4

4

South Africa 884,405,024

26%

66%

21

6

5

5

Kenya 522,450,554

3%

245%

7

9

6

6

Saudi Arabia 519,770,665

75%

170%

18

5

7

7

Vietnam 404,036,815

38%

994%

62

35

18

8

Korea, Republic 372,269,666

254%

17099%

9

13

17

9

Nigeria 331,860,161

198%

99%

24

21

8

10

Libyan Arab Jamahiriya 259,391,241

2%

176%

10

12

10

11

Malaysia 253,113,015

31%

103%

6

8

9

12

United Kingdom 235,429,708

-2%

91%

14

19

13

13

Mexico 218,849,238

61%

322%

13

24

35

14

Germany 217,500,752

174%

220%

30

32

12

15

China 194,862,491

34%

20%

34

41

21

16

United Arab Emirates 189,045,337

91%

605%

27

33

20

17

Turkey 183,003,151

82%

395%

12

14

14

18

Bangladesh 177,520,133

32%

98%

22

23

15

19

Thailand 167,526,526

31%

69%

43

52

38

20

Brazil 156,043,089

101%

793%

Million advertiser banners were delivered across the entire network with the top 20 countries delivering 80% of all banners served.

 

(Denny Mahardy)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s