Kesehatan

ALFRED RIEDL, GINJAL DAN SUPORTER VIETNAM

 

Alfred Riedl, namanya begitu dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak sukses mengarsiteki tim nasional Indonesia di piala AFF 2010. Berkat tangan dinginnya Firman Utina dan kawan – kawan bermain sangat apik dan mampu melibas lawan – lawan nya dengan sangat meyakinkan.

Namun mungkin banyak yang tidak tahu jika keberhasilan Riedl melanjutkan sukses di karirnya sebagai pelatih sampai sekarang tidak lepas dari bantuan seorang warga Vietnam yang secara sukarela mendonorkan salah satu ginjal nya kepada Riedl tahun 2007 yang lalu.

Riedl memang penderita gagal ginjal terminal dan rutin menjalani cuci darah 3 kali seminggu sejak tahun 1995. Ketika melatih Vietnam untuk persiapan piala Asia 2007 kondisinya memburuk dan dokter merekomendasikan Riedl melakukan transplantasi ginjal untuk menyelamatkan jiwanya.

Cerita mengharukan pun dimulai ketika berita rencana transplantasi ginjal Riedl sampai ke telinga publik Vietnam, mereka pun berbondong – bondong menawarkan ginjalnya untuk didonorkan ke Riedl. Riedl memang sangat dicintai oleh publik Vietnam berkat kesuksesannya mengangkat prestasi timnas Vietnam sejak menjadi pelatih tahun 1998. Sekitar 80 calon donor dari berbagai lapisan masyarakat seperti pegawai bank, supir truk, biksu, pedagang semua dengan keinginan yang sama, Riedl cepat sembuh dan cepat kembali melatih timnas Vietnam.

Seperti dikutip dari “DailyMail”, tidak mudah mendapatkan donor ginjal yang cocok, namun akhirnya donor didapat dari salah satu suporter fanatik timnas Vietnam yang sampai saat ini namanya dirahasikan. Operasi transplantasi dilaksanakan di Wina, Austria, negara asal Riedl pada bulan Maret 2007, hanya beberapa bulan sebelum turnamen Piala Asia 2007 yang di gelar pada bulan Juli 2007.

Dan sekarang, Alfred Riedl, 3 tahun pasca transpantasi, tetap dengan gayanya yang dingin dan karismatik saat melatih timnas Indonesia, namun tidak pernah lupa dengan Vietnam, negara dimana dirinya telah terbangun ikatan emosional yang dalam. “Vietnam now is even more a part of me” tuturnya setiap ditanya kesannya mengenai negara paman Ho tersebut. Riedl pun tidak lupa bahwa dirinya berhutang budi kepada suporter sepakbola yang telah menyelamatkan jiwanya, sehingga setiap timnya mencetak gol, ia cenderung pasif, dan kadang-kadang hanya hanya melakukan perayaan sederhana untuk menjaga perasaan mereka para suporter sepak bola.

Sumber : www.ygdi.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s