Kesehatan

LUPUS DAN PENYAKIT GINJAL KRONIK

Lupus adalah kependekan dari suatu penyakit yang disebut “lupus erythematosus”. Dalam bahasa latin lupus berarti binatang serigala. ruam merah timbul pada pasien yang menderita lupus terkadang membentuk pola tertentu mirip kupu – kupu di hidung, pipi. Pada awalnya orang mengira gejala tersebut disebabkan oleh penyakit kulit biasa. Penyakit lupus disebut juga penyakit autoimmune karena sistem kekebalan yang seharusnya melindungi tubuh dari penyakit malah menyerang tubuh itu sendiri. Ada dua macam tipe penyakit lupus, yaitu Systemic Luppus Erythematosus yang menyerang kulit, sendi, ginjal dan otak. Tipe lainnya disebut “discoid” Lupus Erythematosus yang efeknya hanya sebatas kulit.

 

Apa Penyebab Lupus ?

Penyebab penyakit ini belum diketahui.Faktor keturunan atau lingkungan seperti infeksi, virus, elemen kimia beracun di lingkungan kita dapat menjadi faktor pencetus penyakit ini. Pria dan wanita di segala usis dapat terserang penyakit ini, namun pada wanita reseiko terserang lupus 10 kali lebih besar daripada pria.terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih.

 

Apa Gejala dari Lupus ?

Gejala lupus yang dialami tiap penderita berbeda, namun secara umum gejala yang muncul ada lah sebagai berikut :

  • Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  • Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  • Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  • Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  • Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan

 

Bagaimana penyakit dapat menyebabkan kerusakan ginjal ?

Kerusakan ginjal yang disebabkan oleh penyakit lupus berbeda – beda dari mulai ringan sampai berat. Lupus dapat menyebabkan kerusakan unit – unit penyaring (glomeruli) di ginjal sehingga fungsi ginjal terganggu. sekitar 90 persen pasien lupus akan akan menderita kerusakan ginjal, namun hanya sekitar 2 persen dimana kerusakan ginjal tersebut menyebabkan pasien haru menjalani terapi dialisis.

 

Bagaimana lupus dapat didiagnosa ?

Untuk mendiagnosa lupus dilakukan sebuah pengujian dengan menggunakan tes darah bernama Anti Nuclear Antibody (ANA). Tes ini akan mengidentifikasi autoantibodi (antibodi perusak) yang memakan sel-sel berguna di dalam tubuh. Selain itu data-data lain seperti gejala-gejala, catatan fisik pasien, dan tes lengkap laboratorium juga diperlukan untuk memastikan apakah seseorang menderita lupus atau tidak.

 

Bagaimana perawatan pada penderita lupus ?

Perawatan penderita lupus adalah dengan pengobatan seperti obat golongan steroid untuk menekan respons sistem kekebalan tubuh. Pengobatan ini ada efek samping seperti penambahan berat badan dan tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan tumor. Namun efek samping ini biasanya dapat dikelola dengan baik oleh sebagian besar penderita.


Bagaimana dapat mengentahui apabila penyakit lupus telah menyebabkan kerusakan ginjal ?

Biasanya melalui pemeriksaan urin untuk mengetahui kandungan protein atau darah dalam urin. Selain itu kadar ureum dan kreatinin dalam darah biasanya akan meningkat karena ginjal tidak dapat berfungsi untuk membuang “sampah” tersebut.


Apa yang harus saya perhatikan bila terkena penyakit lupus ?

Penderita harus mempelajari dan memahami penyakit ini lebih mendalam untuk mengetahui faktor – faktor yang menyebabkan penyakit ini semakin bertambah parah. Salah satunya adalah sinar matahari. Penderita harus menghindari aktivitas outdoor antara pukul 10 pagi sampai dengan 4 sore. Apabila harus tetap keluar rumah pada waktu tersebut lindungi tubuh penderita seperti memakia baju lengan panjang, dan topi. Penderita juga disarankan untuk disiplin dalam mengikuti petunjuk dokter.


Kelelahan juga dapat menyebabkan penyakit ini bertambah parah. Untuk itu penderita harus merencanakan aktvitas sedemikian rupa untuk menhindari tubuh menjadi sangat lelah.

 

(sumber: http://www.sayangginjal.org)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s