Kesehatan

APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG MINUMAN BERSODA ?

Minuman bersoda yang bila dikonsumsi menimbulkan kenikmatan tersendiri kepada penggemarnya. Namun, ternyata ada efek dan akibat yang ditimbulkan tidak senikmat saat meneguk kesegarannya. Apa penyebabnya?

Minuman bersoda merupakan hal yang tidak asing saat ini. Banyak produk-produk minuman bersoda yang beredar dan lazim dikonsumsi oleh masyarakat. Sayangnya sedikit orang yang mengetahui dampak buruk yang diberikan oleh oleh minuman menyegarkan tersebut.
Minuman bersoda mengandung Phosphoric acid. Jadi, bila mengonsumsi soda berlebihan, akan menimbulkan ketidakseimbangan fosfor. Akibatnya, tubuh kekurangan kalsium yang berakibat melemahnya susunan tulang,” ungkap DR. Primal Kaur, Direktur Pusat Osteoporosis Fakultas Kesehatan Universitas Tample, Philadelphia. Zat itu dapat menyebabkan ketidakseimbangan tubuh saat tubuh membutuhkan kalsium sehingga menghalangi tubuh mengonsumsi kalsium. Hal itulah yang menyebabkan tulang kekurangan zat kalsium.
Kadar fosfor (P) yang berlebih dalam tubuh akan menyebabkan pengambilan kalsium (Ca) dari tulang dan gigi untuk harus mencapai perbandingan Ca : P = 2:1, di mana kalsium akan mencari keseimbangan dirinya. Bila kadar kalsium kurang memadai maka akan kalsium diambil dari tulang, sehingga lama kelamaan akn terjadi pengeroposan tulang (Osteoporosis).
Selain itu ada pula fakta yang menyatakan, ”Bagi penderita yang mengonsumsi softdrink manis akan menaikkan risiko asam urat setinggi 35% tiap kali penyajian,” ujar salah satu peneliti dari Universitas British Columbia, Hyon K Choi, MD, PhD.
Kandungan fruktosa dalam minuman softdrink dapat meningkatkan asam urat yang sampai saat ini mekanismenya belum diketahui. Asam urat disebabkan purin yang berlebihan di dalam tubuh. Penyakit asam urat terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh terhadap asam urat karena kadarnya yang tinggi. Bila kondisi organ normal, tapi produksi asam urat berlebih, kadar asam urat dalam darah meninggi. Akibatnya, asam urat akan mudah mengkristal bila purin tidak dimetabolisme secara sempurna. ”Pemikiran selama ini,makanan tinggi purin meningkatkan risiko asam urat. Setelah dikonsumsi akan langsung menuju ke saluran pencernaan.
Sebenarnya, hasil pemrosesan fruktosa oleh hati yang harus menuju saluran tersebut. Secara normal, asam urat ini sebenarnya akan dibuang melalui kotoran (feces) dan air seni (urin). Ketika sistem mekanisme tubuh tidak berjalan lancar, senyawa ini terakumulasi dalam darah dengan jumlah besar, dan akan membentuk kristal-kristal berbentuk jarum. Kristal-kristal ini akan terkonsentrasi pada persendian, seperti kaki, lutut, siku atau tangan, dan mengakibatkan radang sendi (artritis) serta kaku. Bila asam urat terkumpul pada ginjal dapat memicu pembentukan batu asam urat (tofi) dan mengakibatkan kerusakan ginjal.

Penulis : dr. Kristiana Fransisca

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s