Artikel Serius

Lepas dari Tangan Penguasa Pasar

Krisis global kembali menghantam ekonomi dunia. Berawal di Wall Street, menular pada bursa saham di berbagai negara. Bursa efek Indonesia terpaksa tutup beberapa hari demi menghindari penjualan saham besar-besaran yang akan memperparah krisis. Krisis ini merupakan yang terparah setelah tahun 1930-an. Pemerintahan George W. Bush dipaksa menyediakan dana bailout sampai dengan 700 milyar dollar atau setara dengan 6500 trilyun rupiah –menurut IMF malahan sebesar $1400 milyar. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari krisis dunia yang kian parah seperti great depression yang pernah dialami dunia pada tahun 1929.

Krisis ini merupakan akibat dari kebebasan penuh yang dimiliki oleh “tangan-tangan tak terlihat” yang menentukan harga pasar pada sistem kapitalisme. Harga pasar hanya ditentukan oleh keseimbangan antara permintaan barang dan modal. Campur tangan pemerintah merupakan aib pada sistem yang digagas oleh Adam Smith pada buku “The Wealth of Nation” yang ditulisnya.Namun, pada akhirnya peran pemerintah tetaplah diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasar. Bahkan di Amerika sebagai ‘imam’ dari liberalis melawan aturan main dari sistem liberalisme sendiri.

Sistem kapitalisme agaknya sudah berada di ujung tanduk seperti yang belum lama ini diungkapkan Francis Fukuyama, ekonom pendukung kapitalisme. Kuasa pasar yang rentan kerap kali membuat perekonomian dunia gonjang-ganjing membuat kapitalisme semakin layak diragukan.

Indonesia yang juga menganut pasar bebas tak lepas dari krisis tersebut. Mengemis kasih dari lembaga donor selalu menjadi alternatif. Ironis, Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi melimpah ruah seharusnya kuat menghadapi economic disaster malahan mengharapkan kembali dana bantuan lembaga donor.

Sudah saatnya pemerintah semakin memperkuat sektor riil dan usaha kecil dan menengah yang mayoritas digeluti oleh masyarakat Indonesia. Pertanian yang semakin ditinggalkan sudah seharusnya dibangun kembali untuk menjaga stabilitas pangan bahkan ekonomi negara. Melindungi petani, nelayan dan pedagang kecil pelu dilakukan untuk mengkatrol pertumbuhan ekonomi. Keseriusan pemerintah harus semakin ditambahkan untuk membangun sektor-sektor usaha yang pernah menyelamatkan Indonesia dari kehancuran ekonomi negara di tahun 1998, ketika krisis moneter menghantam Indonesia dan negara-negara di Asia.

Penulis : Denny Mahardy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s